Kasus pelecehan anak di bawah umur terjadi di Kabupaten Sumenep, Madura. Diketahui korbannya adalah anak di bawah umur bernama Bunga (bukan sebenarnya). Sedangkan pelakunya pria berinisial T dan berumur 37 tahun yang merupakan ayah tiri dari korban.

Kini pelaku berhasil diringkus Unit Resmob Satreskrim Polres Sumenep pada Rabu (7/4/2021). Warga Desa Palasa, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, itu ditangkap setelah melarikan diri dari kejaran polisi. Carek Desa Palasa, Akhmad Kutada membenarkan jika pelakunya itu adalah warganya sendiri.

Selain itu, pelaku kasus asusila anak di bawah umur ini sehari harinya memang menjaga toko di Jakarta. Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas mengatakan, aksi rudapaksa itu terjadi pada tanggal 14 Desember 2020 lalu. "Kejadiannya di dalam kamar tersangka di Desa Palasa, Kecamatan Talango dan korbannya anak tiri," ungkap Widiarti Sutioningtyas.

Ia mengatakan, selama ini tersangka dan korban tinggal satu rumah. Karena tak tahan dengan nafsu libidonya, pelaku tega menyalurkan birahinya pada anak tirinya sendiri. "Berapa kali lakukan itu ranah penyidik," ucap dia.

Namun, ia mengaku masih mendalami modus pelaku melakukan aksi bejat tersebut. Sebelumnya diberitakan, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus rudapaksa anak ditangkap. "Pelaku merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) pada kasus tindakan asusila terhadap anak pada bulan Desember 2020 lalu," kata AKP Widiarti Sutioningtyas, Kamis (8/4/2021).

Pasca melakukan perbuatan bejat itu, yang bersangkutan melarikan diri. Kemudian Unit Resmob melakukan penyelidikan, yang akhirnya membuahkan hasil, yakni keberadaan T berhasil diketahui. "Setelah melakukan penyelidikan, anggota mengetahui bahwa T sedang berada di tokonya. Tepatnya di Jalan Raya Tigarasa Cisoka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tanggerang," ungkapnya.

Lalu papar Perwira Polisi Wanita dengan 3 balok dipundaknya ini, kemudian anggota Unit Resmob yang dipimpin oleh Kanit Resmob Ipda Sirat berangkat menuju lokasi yang dimaksud. Setelah tiba di lokasi, mereka langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku alias T pada hari Rabu (7/4/2021). "T ditangkap di dalam tokonya tanpa melakukan perlawanan, anggota juga turut mengamankan barang bukti berupa 2 unit handphone masing masing bermerek VIVO warna hitam dan Nokia warna biru," katanya.

Saat ini T bersama barang bukti katanya, sudah berada di Mapolres Sumenep guna proses hukum lebih lanjut. Sementara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kata mantan Kapolsek Kota Sumenep ini, T dijerat Pasal 81 ayat (1), (2) Pasal 82 (1) Undang Undang No 17 Tahun 2016, atas perubahan Undang Undang No 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *