Aplikasi Custom

Otomasi Alur Kerja Perusahaan: Proses yang Bisa Diotomasi (Approval, Laporan, Notifikasi)

Otomasi alur kerja perusahaan: proses yang layak diotomasi (approval, laporan, notifikasi, serah terima), cara memetakan proses, pilihan alat, contoh, dan langkah memulai.

Tim Digipro

Agensi digital di Malang

8 menit baca

Ringkasan singkat

  • Otomasi alur kerja adalah memindahkan langkah rutin dalam proses perusahaan, seperti meneruskan permintaan, meminta persetujuan, mengirim notifikasi, dan menyusun laporan, dari kerja manual ke sistem yang menjalankannya sendiri.
  • Proses yang paling layak diotomasi adalah yang berulang, punya aturan jelas, melewati beberapa orang, dan sering macet di tengah jalan karena menunggu.
  • Approval otomatis tidak berarti semua disetujui mesin. Sistem mengantar permintaan ke orang yang tepat, mengingatkan bila tertunda, dan mencatat keputusan; manusia tetap memutuskan.
  • Petakan proses sebelum memilih alat. Proses yang berantakan bila diotomasi hanya akan berantakan lebih cepat.
  • Mulai dari satu proses dengan antrean terpanjang, ukur waktu tunggunya sebelum dan sesudah, lalu lanjutkan ke proses berikutnya.

Otomasi alur kerja adalah cara menjalankan langkah-langkah rutin dalam proses perusahaan secara otomatis oleh sistem: meneruskan permintaan ke orang yang tepat, meminta persetujuan, mengirim notifikasi, memindahkan data antarbagian, dan menyusun laporan. Tujuannya bukan mengganti orang, melainkan menghilangkan pekerjaan menyalin, mengingatkan, dan menunggu yang tidak menambah nilai.

Artikel ini ditulis oleh Digipro, agensi digital di Malang yang membuat aplikasi web custom untuk perusahaan, termasuk otomasi alur kerja dengan notifikasi dan laporan ke WhatsApp. Isinya: proses yang bisa diotomasi, cara mengenali proses yang layak, cara memetakan alur sebelum membangun, pilihan alat otomasi proses bisnis, contoh ilustrasi approval pembelian, dan langkah memulai.

Apa itu otomasi alur kerja?

Setiap proses di perusahaan bisa diurai menjadi tiga unsur: pemicu (sesuatu terjadi, misalnya permintaan diajukan), aturan (siapa yang harus bertindak dan dengan syarat apa), dan tindakan (menyetujui, mengirim, mencatat). Dalam istilah bahasa Inggris, ini disebut workflow automation atau business process automation. Otomasi alur kerja mengambil alih bagian yang sudah pasti aturannya, sehingga orang hanya turun tangan di titik yang memang membutuhkan pertimbangan.

Contoh sederhana: staf mengajukan permintaan dana. Tanpa otomasi, staf mengirim formulir lewat chat, menunggu atasan membalas, lalu meneruskan ke keuangan, dan sering harus mengingatkan beberapa kali. Dengan otomasi, permintaan diisi sekali di aplikasi, sistem mengirimkannya ke atasan yang sesuai, mengingatkan bila belum dijawab, meneruskannya ke keuangan setelah disetujui, dan mencatat seluruh jejaknya.

Proses yang bisa diotomasi di perusahaan

Hampir setiap bagian perusahaan punya proses yang cocok. Tabel berikut merangkum yang paling sering ditemui pada perusahaan jasa, distribusi, dan layanan.

Jenis prosesContohYang diotomasi
Persetujuan (approval)Permintaan pembelian, permintaan dana, cuti dan lembur, diskon khusus, reimburseMengantar ke penyetuju sesuai aturan, pengingat, pencatatan keputusan
NotifikasiPesanan masuk, jadwal besok, tagihan jatuh tempo, status berubahPesan terkirim saat kejadian terjadi, tanpa admin mengetik ulang
LaporanRekap penjualan harian, setoran cabang, piutang mingguanData dirangkai dan dikirim terjadwal
Serah terima antarbagianPesanan dari sales ke gudang, keluhan dari CS ke teknisi, berkas dari admin ke keuanganTugas berpindah ke bagian berikutnya lengkap dengan datanya
Pemindahan dataData formulir ke spreadsheet, pesanan ke software akuntansiData disalin antar-sistem tanpa diketik ulang
Pembuatan dokumenPenawaran, surat jalan, invoice, berita acaraDokumen terisi otomatis dari data yang sudah ada

Tiga di antaranya sudah kami bahas tersendiri: pengiriman pesan berbasis kejadian di artikel notifikasi WhatsApp otomatis, ringkasan terjadwal untuk pemilik di artikel laporan otomatis WhatsApp, dan laporan manajemen keuangan di artikel aplikasi laporan keuangan. Artikel ini berfokus pada approval dan serah terima, dua jenis proses yang paling sering membuat pekerjaan tertahan.

Approval otomatis: cara kerja dan aturan yang perlu disepakati

Approval otomatis adalah alur persetujuan yang dijalankan sistem: permintaan diajukan sekali, lalu diantar ke penyetuju yang tepat berdasarkan aturan. Manusia tetap memutuskan; yang diotomasi adalah pengantaran, pengingat, dan pencatatan. Sebagian kecil permintaan memang bisa disetujui otomatis, misalnya reimburse di bawah batas tertentu dengan bukti lengkap, tetapi batas itu ditetapkan perusahaan, bukan oleh sistem.

Aturan yang perlu disepakatiContoh keputusan (ilustrasi)
Siapa menyetujui apaPermintaan pembelian disetujui kepala bagian; di atas batas nilai tertentu juga disetujui direktur
Urutan atau paralelKepala bagian dulu, lalu keuangan; atau keduanya sekaligus
Batas waktuBila belum dijawab dalam satu hari kerja, kirim pengingat; dua hari, teruskan ke atasan berikutnya
Pengganti saat cutiPenyetuju menunjuk wakil untuk periode tertentu
Syarat kelengkapanPermintaan tanpa penawaran harga atau tanpa kode anggaran tidak bisa diajukan
Setelah disetujui atau ditolakDisetujui: diteruskan ke pembelian. Ditolak: kembali ke pemohon dengan alasan

Aturan inilah yang sebenarnya diotomasi. Bila perusahaan belum sepakat soal siapa menyetujui apa, sistem secanggih apa pun tidak membantu. Setiap keputusan juga sebaiknya tercatat lengkap: siapa, kapan, dan dengan catatan apa. Jejak ini berguna saat audit dan saat ada perselisihan; prinsip pencatatan aktivitas dan hak akses dibahas di artikel keamanan aplikasi internal.

Cara mengenali proses yang layak diotomasi

Tidak semua proses perlu diotomasi. Gunakan lima pertanyaan berikut untuk menilai setiap proses yang Anda curigai. Makin banyak jawaban 'ya', makin layak proses itu didahulukan.

  • Apakah proses ini terjadi berulang, minimal beberapa kali seminggu?
  • Apakah aturannya bisa ditulis jelas, tanpa banyak pengecualian yang bergantung pada perasaan?
  • Apakah prosesnya melewati lebih dari satu orang atau bagian?
  • Apakah sering macet karena menunggu, lupa diteruskan, atau berkas tidak lengkap?
  • Apakah kesalahan di proses ini mahal, misalnya pembayaran ganda, pesanan terlewat, atau pelanggan menunggu terlalu lama?

Proses yang jarang terjadi, penuh pengecualian, atau masih sering berubah sebaiknya ditunda. Proses seperti itu lebih baik dirapikan dulu secara manual sampai polanya stabil.

Memetakan alur kerja sebelum membangun

  1. 1

    Pilih satu proses dan batasnya

    Tentukan titik awal dan akhir, misalnya dari 'staf mengajukan permintaan pembelian' sampai 'barang diterima dan tagihan dicatat'.

  2. 2

    Tulis langkah yang benar-benar terjadi

    Wawancarai orang yang menjalankannya, bukan hanya atasannya. Catat siapa melakukan apa, lewat media apa (chat, email, kertas, spreadsheet), dan berapa lama tiap langkah menunggu.

  3. 3

    Tandai titik macet

    Lingkari langkah yang paling lama menunggu, paling sering salah, atau paling sering harus diingatkan. Biasanya otomasi memberi hasil terbesar di sini.

  4. 4

    Sepakati versi baru

    Bersama pemilik proses, putuskan langkah mana yang dihapus, digabung, atau dijalankan sistem. Tulis aturan persetujuannya dalam tabel seperti di atas.

  5. 5

    Tentukan data dan pemberitahuan

    Daftar data yang harus diisi di awal, data yang diteruskan ke langkah berikutnya, dan siapa diberi tahu lewat media apa di setiap langkah.

  6. 6

    Tetapkan ukuran keberhasilan

    Pilih satu atau dua angka, misalnya rata-rata waktu dari pengajuan sampai disetujui, atau jumlah permintaan yang harus diingatkan manual. Ukur sebelum otomasi dimulai.

Hasil pemetaan ini sekaligus menjadi bahan brief untuk vendor. Format lengkapnya ada di artikel cara menyusun kebutuhan aplikasi.

Pilihan alat untuk otomasi proses bisnis

PilihanCocok bilaKeterbatasan
Fitur bawaan software yang sudah dipakaiSoftware akuntansi, HR, atau penjualan Anda sudah menyediakan alur persetujuan yang sesuaiHanya berlaku di dalam software itu; sulit melintasi beberapa sistem
Formulir dan spreadsheet dengan notifikasiProses sederhana, volume kecil, satu atau dua penyetujuRawan diubah sembarangan, jejak keputusan lemah, sulit mengatur hak akses
Alat otomasi penghubung (misalnya n8n)Sistem-sistem yang ada sudah punya API, dan yang dibutuhkan adalah memindahkan data atau mengirim pesanTidak menyediakan layar kerja untuk pengguna; logika rumit sulit dirawat
Aplikasi workflow siap pakai (SaaS)Proses umum seperti cuti atau reimburse, dan aturan perusahaan cocok dengan pilihan yang tersediaBiaya langganan per pengguna; aturan khas perusahaan sering tidak muat
Aplikasi customProses khas perusahaan, melintasi beberapa bagian, perlu hak akses per peran dan terhubung ke data internalBiaya membangun dan merawat; perlu proses yang sudah dipetakan

Kapan alat penghubung seperti n8n sudah cukup dan kapan perlu aplikasi sendiri kami uraikan di artikel otomasi WhatsApp dengan n8n. Banyak perusahaan menggabungkan keduanya: aplikasi custom menjadi tempat pengajuan dan persetujuan, sedangkan WhatsApp dipakai sebagai saluran pemberitahuan karena memang dibaca setiap hari.

Contoh ilustrasi: approval permintaan pembelian

Contoh berikut fiktif dan hanya memperagakan cara berpikir; bukan gambaran klien Digipro, dan semua angkanya ilustrasi. Sebuah perusahaan jasa dengan beberapa tim proyek memproses sekitar 60 permintaan pembelian per bulan. Permintaan dikirim lewat chat ke kepala bagian, diteruskan ke direktur bila nilainya besar, lalu dikirim lagi ke bagian pembelian. Bagian keuangan sering baru tahu ada pembelian setelah tagihan pemasok datang.

Ukuran (ilustrasi)SebelumSesudah otomasi alur kerja
Rata-rata waktu pengajuan sampai disetujui3 hari kerja1 hari kerja
Permintaan yang harus diingatkan manual per bulan253 (sisanya diingatkan sistem)
Permintaan tanpa penawaran harga atau kode anggaranSering, dikembalikan lewat chatTidak bisa diajukan sebelum lengkap
Keuangan tahu rencana pembelianSetelah tagihan datangSaat permintaan disetujui
Jejak keputusanTersebar di chat pribadiTercatat per permintaan: siapa, kapan, catatan

Manfaat terbesar dalam contoh ini bukan kecepatan semata, melainkan visibilitas: keuangan bisa merencanakan kas karena tahu pembelian yang akan datang, dan direktur bisa melihat semua permintaan yang tertahan dalam satu daftar. Untuk menilai apakah manfaat seperti ini sepadan dengan biayanya, pakai cara menghitung di artikel biaya pembuatan aplikasi.

Langkah memulai otomasi alur kerja

  1. 1

    Kumpulkan daftar keluhan

    Tanyakan ke setiap kepala bagian: pekerjaan apa yang paling sering harus diingatkan, disalin ulang, atau ditunggu? Daftar ini menjadi kandidat proses.

  2. 2

    Pilih satu proses dengan lima pertanyaan penilaian

    Dahulukan proses yang berulang, jelas aturannya, melintasi beberapa orang, dan sering macet.

  3. 3

    Petakan dan ukur kondisi sekarang

    Ikuti enam langkah pemetaan di atas, termasuk mengukur waktu tunggu sebelum ada perubahan.

  4. 4

    Bangun versi pertama yang sempit

    Otomasi alur utama dulu. Pengecualian yang jarang terjadi boleh tetap ditangani manual pada versi pertama.

  5. 5

    Jalankan, ukur, dan perbaiki

    Setelah beberapa minggu, bandingkan angka sebelum dan sesudah, dengarkan keluhan pengguna, lalu sesuaikan aturan atau tampilan.

  6. 6

    Lanjutkan ke proses berikutnya

    Proses berikutnya biasanya lebih cepat karena data pengguna, hak akses, dan saluran notifikasi sudah tersedia.

Cara Digipro membantu

Digipro adalah agensi digital berbasis di Malang, aktif sejak 2023, dan melayani perusahaan di seluruh Indonesia secara online. Otomasi alur kerja, termasuk persetujuan, notifikasi, dan laporan ke WhatsApp, adalah bagian dari layanan aplikasi custom kami. Gambaran jasa pembuatan aplikasi dan cara membandingkan vendor ada di artikel jasa pembuatan aplikasi untuk perusahaan.

  • Konsultasi pertama gratis dan tanpa kewajiban. Kami mulai dari proses yang paling sering macet di perusahaan Anda.
  • Bila fitur bawaan software Anda atau alat penghubung sudah cukup, kami akan mengatakannya.
  • Ruang lingkup, timeline, dan biaya ditulis dalam proposal sebelum pekerjaan dimulai.
  • Versi pertama yang bisa dipakai tim umumnya 2–3 minggu, tergantung fitur, dengan demo rutin selama pengerjaan.

Langkah berikutnya

Pilih satu proses yang paling sering membuat tim Anda menunggu, lalu catat berapa lama rata-rata prosesnya selesai hari ini. Bawa catatan itu ke konsultasi gratis, dan kami bantu menentukan apakah proses itu cukup dirapikan, cukup dihubungkan dengan alat yang ada, atau perlu aplikasi sendiri. Layanan pembuatan aplikasi kami dijelaskan di halaman jasa pembuatan aplikasi Digipro.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa contoh otomasi alur kerja di perusahaan?

Contoh yang paling umum adalah approval permintaan pembelian atau dana yang diantar otomatis ke penyetuju, notifikasi ke pelanggan saat status pesanan berubah, laporan penjualan harian yang terkirim ke pemilik setiap pagi, pesanan dari sales yang langsung masuk ke daftar kerja gudang, dan invoice yang terisi otomatis dari data pesanan.

Apa beda otomasi alur kerja dan RPA?

RPA (robotic process automation) meniru klik dan ketikan manusia di layar aplikasi lain, biasanya dipakai ketika sistem lama tidak punya API. Otomasi alur kerja lebih luas: mengatur siapa mengerjakan apa, kapan, dan dengan data apa, umumnya lewat API, database, atau aplikasi yang dibuat untuk prosesnya. RPA bisa menjadi salah satu bagian otomasi, tetapi cenderung rapuh bila tampilan aplikasi yang ditiru berubah.

Apakah approval otomatis aman?

Aman bila aturannya jelas dan keputusannya tetap dipegang orang yang berwenang. Sistem hanya mengantar, mengingatkan, dan mencatat. Pastikan setiap penyetuju login dengan akunnya sendiri, hak akses dibatasi sesuai peran, dan setiap keputusan tercatat lengkap dengan waktu dan nama. Persetujuan otomatis tanpa manusia sebaiknya hanya untuk nilai kecil dengan batas yang ditetapkan perusahaan.

Berapa lama membangun otomasi alur kerja?

Versi pertama aplikasi custom di Digipro umumnya 2–3 minggu, tergantung fitur. Untuk otomasi alur kerja, faktor yang paling menentukan biasanya kesiapan proses: aturan persetujuan yang sudah disepakati dan data yang sudah jelas sumbernya. Proses yang sudah dipetakan bisa langsung dibangun; proses yang belum disepakati perlu waktu tambahan untuk diputuskan bersama.

Apakah otomasi alur kerja bisa memakai WhatsApp?

Bisa. WhatsApp cocok sebagai saluran pemberitahuan, misalnya memberi tahu penyetuju bahwa ada permintaan baru atau memberi tahu pemohon bahwa permintaannya disetujui. Pesan yang dikirim sistem memakai WhatsApp API resmi dengan template yang disetujui Meta. Keputusan dan datanya sebaiknya tetap tersimpan di aplikasi, bukan hanya di percakapan.

Bagikan artikel ini

Kirim ke rekan atau tim yang membutuhkannya.

Bagikan via WhatsApp

Ceritakan kebutuhan Anda, kami bantu petakan solusinya

Konsultasi gratis, tanpa kewajiban.

Chat via WhatsApp