Digipro Indonesia

Real Estate Community
Mengenal Pajak dan Biaya Saat Membeli Rumah Baru

Anda sudah mantab untuk membeli rumah baru, jika saat ini sedang menabung dan berencana untuk  membeli rumah idaman, ada baiknya anda ikuti cara jitu menabung untuk membeli rumah impian ini. Bagi anda yang saat ini baru saja menjadi first-time-buyer dan akan membeli rumah ada baiknya Mengenal Pajak dan Biaya Saat Membeli Rumah Baru yang harus anda maupun penjual keluarkan untuk setiap transaksi jual dan beli rumah.

Booking Fee

Booking Fee biasanya anda keluarkan untuk melakukan booking unit rumah yang anda minati, besarannya bervariasi. Sebagai contoh untuk membayar booking fee di Nouka Village Cisarua, Lembang anda harus menyiapkan uang sebesar 3 Juta rupiah dan sudah termasuk ke dalam harga jual.

Biaya Notaris

Saat terjadi transaksi, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) menarik 1-2% dari nilai transaksi, namun harga ini tidak jadi patokan dan bisa bervariasi tergantung kebijakan PPAT.

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

Biaya ini merupakan pajak jual–beli yang dibebankan kepada pembeli. Hanya saja, besaran BPHTB berbeda–beda tergantung dari wilayahnya. Sebagai contoh untuk rumah baru di wilayah Bandung Barat besaran BPHTB adalah Harga Rumah dikurangi 60 Juta dikali 5%.

Jika harga rumah di cisarua, sebelah utara kota Cimahi itu minimal 430.250.000, maka besaran BPHTB adalah sebegai  berikut:

5% x (430.250.000 – 60.000.000) = 18,512,500‬

maka biaya BPHTB yang dikeluarkan pembeli adalah 18,512,500‬

PPN dan PPh

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk pembelian rumah baru, biasanya sekitar 10 persen dari besarnya transaksi. Seringkali biaya ini sudah dimasukkan ke dalam harga rumah.

Sedangkan besarnya Pajak Penghasilan (PPh) adalah 5 persen dari besarnya transaksi. Biaya PPh harus anda bayarkan sebelum akta-jual beli ditandatangani.

 BBN

BBN (Biaya Balik Nama) diurus oleh PPAT setempat bersamaan dengan AJB. Proses balik nama baru bisa dikeluarkan jika masing-masing dari pembeli dan penjual telah melunasi PPh, BPHTB, PBB, serta syarat lainnya.

Umumnya, balik nama paling cepat 2 minggu dan paling lama 3 bulan karena kantor PPAT mengurus balik nama sertifikat ke kantor BPN secara kolektif. Besar biayanya adalah (1/1000 x NJOP) + Rp 50.000. Besar NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak) berbeda-beda tergantung dari lokasi rumah tersebut.

Selain Biaya-biaya diatas, terkadang kita harus membayar biaya lainnya seperti Biaya Penambahan Daya Listrik PLN, Biaya KPR jika mengajukan KPR Melalui Bank, PBB, dan lain sebagainya. (WJ)

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.