Gaya Rumah Skandinavia

0
16

Jakarta – Penataan rumah gaya Skandinavia mulai populer dan berkembang di dunia interior global, termasuk di Indonesia. Scandinavian Swedish Design, begitu sebutan populernya, banyak disukai karena menawarkan penataan rumah yang simpel, minimalis, multifungsi, tanpa mengurangi faktor estetika dari sebuah hunian.

Kepraktisan dan fungsional menjadi ide utama dari gaya interior Skandinavia yang cocok diterapkan pada hampir semua kondisi maupun kebutuhan rumah. Ingin menata rumah dengan gaya ala Swedia ini? Ada enam faktor yang perlu diperhatikan.

1. Fungsi
Desainer interior Indy Anindita menjelaskan bahwa masyarakat yang hidup di daerah Skandinavia sangat mengutamakan fungsi dari sebuah perabot. Desain cenderung simpel, tidak banyak hiasan yang kurang penting atau bahkan bisa mengurangi fungsi utama dari barang itu sendiri.

Source: Decorilla

“Desain umumnya tidak macam-macam karena mereka sudah tahu kebutuhannya apa saja. Bahkan barangnya bukan hanya satu fungsi tapi multifungsi,” ujar Indy, saat konferensi pers peluncuran Katalog IKEA 2017 di Igor’s Pastry and Cafe, Jl. Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 31/8/2016).

2. Humanisme

Source: Home Magez

Masyarakat di negara-negara Skandinavia sangat memikirkan edukasi dan kebutuhan anak. Maka banyak rumah di sana yang dirancang khusus sesuai kebutuhan anak juga keluarga. Perabotan pun dipilih yang ramah anak dan bisa digunakan untuk kebutuhan seluruh anggota keluarga.

3. Pencahayaan
“Musim dingin di Swedia sangat panjang sehingga matahari jarang terlihat. Di sana orang hanya merasakan matahari 2-3 jam saja sehari. Jadi sangat mendambakan matahari dan membuat mereka menjadi expert di bidang pencahayaan,” terang lulusan Institut Teknologi Bandung ini.

Sumber: https://homehacks.co

Hal itu juga memengaruhi orang Skandinavia dalam merancang rumahnya. Rumah dengan jendela-jendela besar menjadi salah satu ciri khas gaya Skandinavia. Mereka juga menyukai konsep rumah dengan pencahayaan alami.

4. Warna Alam
Orang Skandinavia senang mempergunakan apapun yang ada di lingkungan, termasuk inspirasi dalam pemilihan warna rumah. Mereka menghargai alam, berusaha sedekat mungkin dengan alam karena cuaca yang selalu dingin kerap membuat mereka jarang keluar rumah.

“Di musim semi yang banyak bunga-bunga, rumah mereka akan ditata dengan warna-warna cerah serta memakai motif floral. Mereka cenderung lebih suka warna-warna basic yang diambil dari alam,” ujar desainer yang telah bekerja sebagai desainer interior untuk IKEA selama tiga tahun ini.

5. Alami
Penggunaan bahan-bahan alami dan ramah lingkungan menjadi fokus utama dalam penataan gaya Scandinavian. Seperti kayu-kayu alami, atau tanaman hidup.

“Berusaha sebisa mungkin membawa suasana luar ke dalam rumah. Mereka banyak pakai tanaman hidup,” terangnya.

6. Inovasi
Perabot dan penataan disesuaikan dengan perkembangan gaya hidup manusia. Produk-produk yang digunakan pun sebisa mungkin bisa mengakomodasi kehidupan manusia masa kini.

“Seperti yang baru diluncurkan IKEA, meja dengan charger wireless. Karena sekarang ini orang perlu cas handphone di manapun,” tambah Marketing Manager IKEA Indonesia Eliza Fazia. 
(hst/hst)

Sumber: https://wolipop.detik.com/home/d-3287838/gaya-rumah-skandinavia-jadi-tren-begini-6-cara-penerapannya