Implementasi Porter’s Five Forces di bidang Properti

0
134

Metode  ini dikembangkan di Harvard Business School  oleh Prof Michael Porter untuk menganalisa apakah sebuah industri menguntungkan. Sejak dipublikasikan di tahun 1979 , metode ini menjadi popular dalam metode strategi bisnis.

Metode ini bertujuan lebih dekat melihat kompetitor dan faktor apa saja yang mempengaruhi sebuah bisnis. Metode ini terdiri dari lima faktor yang membuat sebuat industri menjadi lebih kompetitif ( dapat berkompetisi dengan kompetitor lainnya)

Pertama, Competitive Rivalry, faktor ini untuk mengetahui seberapa kuat kompetitor anda, seberapa banyak kompetitor anda, siapa mereka, dan apa nilai apa yang mereka miliki sehingga mereka adalah kompetitor anda. Rivalitas kompetitor anda dinilai seintense apa mereka dalam meng”attract” atau meng”engage” costumer seperti diskon yang menarik, campaign yang intense yang tentunya dapat membuat keputusan customer berpindah hati. Namun jika anda memenangkan rivalitas anda maka posisi anda di market kuat dan tentunya akan menjadi profit perusahaan anda.

Di Properti tentunya kita harus melihat rivalitas kompetitor kita, nilai apa yang bisa kita buat unggul di banding mereka? Apa brand kita sdh teruji ? Lokasi dan Konsep menarik? Skema harga yang sulit dibenchmark? Dan banyak hal lainnya. Sekali anda tidak punya keunggulan di banding kompetitor anda, siap siap proyek anda mangkrak , karena apa ? Siapa yang akan membeli properti anda???

Kedua, Supplier Power, Ini tentunya kaitan dengan material dalam produksi bangunan atau bisa jadi partner legal anda, Pilihan banyak suplier dengan berbagai macam harga tentunya menjadi kemudahan kita dalam hal produktivitas, apalagi jika suplier memberikan harga yang kompetitif , walhasil kita dapatkan efesiensi bahan material. Bagaimana dengan partner legal anda yang mengurusi segala aspek legal properti, jika anda memiliki orang yang kompeten dalam hal ini dan meng”goal” kan proyek anda dengan biaya kompetitif mengapa tidak? Kadang di dunia properti kita kenal faktor non teknis atau faktor sosial, berbiaya kah? Tentu saja, tapi jika anda efektif dalam handle faktor sosial dr awal, sehingga tidak ada resisten sosial, maka anda akan mendapatkan efesiensi biaya dan proyek anda akan berjalan sesuai timeline. Jika tidak, anda akan menanggung biaya yang sangat sangat besar.

Ketiga , Buyer Power, Semakin brand anda dikenal, semakin kecil Buyer Power nya, hunian yang menarik dari segi konsep dan pricing maka costumer tidak akan mentrig harga hunian anda, kecuali saya temukan developer yg sudah salah langkah di buyer power semisal salah dalam penentuan lokasi, faktor sosial yang tinggi, akusisi lahan yang salah dan lain lain.

Keempat Threat of Substitution, di Properti kaitan dengan kompetitor , jika ada kompetitor yang bisa memenuhi ekspektasi kebutuhan customer  dengan harga yang lebih murah maka customer akan berpindah hati, karena itu berhati- hatilah dengan hal ini.

Kelima , Threat of New Entry. Hati hati dengan pendatang baru , bisa jadi dia akan mengambil market anda, percaya atau tidak sedikit anda lengah dengan sales anda, tapi ternyata tidak ada maintenance customer anda dengan progress atau result di lapangan, percayalah, proyek anda akan menjadi proyek tinggal nama. Big Sales bisa jadi Zero Result ketika anda menyepelekan pendatang baru yang ternyata memberikan ekspektasi yang lebih tinggi kepada customer anda.

Metode ini baik digunakan dalam perencanaan anda, semakin banyak strategi yang anda siapkan semakin baik anda dalam menghadapi tantangan ke depannya.

Semoga Bermanfaat.